"Maaf, sekali lagi. Aku pun turut andil dengan kejadian ini. Kalau aja sejak awal aku bilang sama dia bahwa kamu ini adalah istri aku, mungkin semua gak akan terjadi. Aku minta maaf, Sayang," ujar Firza sambil memeluk erat tubuh sang istri. Dia sangat merasa bersalah. "Lupain aja, Abang. Semua udah berlalu. Aku juga gak apa-apa," sahut Syalwa sambil membalas pelukan suaminya. "Terima kasih, Sayang," ucap sang pria sambil mengecup kepala sang istri. "Apa Abang lapar?" tanya Syalwa sambil mengurai pelukan mereka. "Laper banget, Sayang." "Tapi nanti abis makan Abang ceritain kejadian tadi sampai bisa masuk ke rumah itu," pinta Syalwa, sambil berdiri dari posisi duduk. "Beres. Nanti aku akan cerita semuanya," balas Firza, mengikuti sang istri yang sudah lebih dulu berjalan menuju meja ma

