46. Kemarahan Raka

1408 Words

"Hai, Mas," sapa Hesti saat melihat calon suaminya muncul di tempat ia bekerja. "Mas gak lagi tugas 'kan?" tanyanya. "Enggak. Hari ini aku libur makanya langsung ke sini," jawab Adit. "Sini, Mas. kita duduk," ajak Hesti pada pria itu. Mereka pun duduk di salah satu kursi yang posisinya dekat dengan pintu masuk. "Aku punya beberapa referensi gaun pengantin, Mas. Tapi aku bingung mana yang lebih bagus," ujar gadis itu. "Mana? Coba aku lihat," sahut Adit. Hesti pun menyodorkan ponsel pintar miliknya pada sang calon suami. Mereka memang sedang merencanakan pernikahan dalam beberapa bulan ke depan. "Ada di galeri, Mas," ujarnya. Adit meraih ponsel pintar yang tergeletak di atas meja tersebut, lalu menggeser layar benda pipih itu untuk menemukan galeri yang dimaksud calon istrinya. "Bagus

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD