SP~61

1230 Words

“Papaku titip salam,” ujar Abi tetap duduk di sofa dan tidak berani beranjak menghampiri Vira yang duduk bersandar di ranjang pasien. Ada Fika di sampingnya dan Abi harus menghormati sang istri yang sifatnya memang belum dewasa itu. “Beliau minta maaf belum bisa jenguk, karena masih fokus ngurus kasusmu di luar.” Vira mengedip, karena belum bisa menggerakkan lehernya dengan leluasa. Ada penyangga yang masih melingkar di lehernya, tetapi keadaannya saat ini sudah jauh lebih baik. “Babe sudah nelpon sebelumnya dan makasih sudah datang ke sini. Oia, maaf karena nggak bisa datang ke resepsi kalian. Kadonya juga sudah nggak tahu ada di mana.” Saat melihat keadaan Vira seperti sekarang, Fika jadi kasihan pada wanita itu. Jika diperhatikan lagi, Vira memanglah sangat cantik. Penampilan kesehari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD