“Kasihan sebenarnya, tapi …” Setelah mendengar sang mama bercerita mengenai Ilham, barulah Bening mengomentari semua ucapan wanita itu. “Aku juga nggak bisa ngapa-ngapain, dan nggak mau ngapa-ngapain. Kalau nanti dipanggil jadi saksi, ya, aku datang dan ceritain semuanya. Mama ngapain juga pake ngurusin orang itu? Selama ini juga nggak pernah ngobrol, kan? Ketemu juga pas mama datang ke rumah, waktu kakek sama uti meninggal.” Clara tersindir telak, dengan ucapan putrinya yang tidak pernah berbasa-basi itu. Semua yang dikatakan Bening adalah fakta. Clara melakukan hal tersebut bukan hanya pada Ilham, tetapi juga pada Bening karena sosok gadis itu selalu mengingatkannya dengan kesalahan di masa lalu. Clara akui, dirinya memang bodoh dan sangat menyesali semua perbuatannya pada Bening di ma

