Restu Setengah Harga

1664 Words

Andara hanya memesan jus, juga irisan buah, lalu memakannya dengan lahap. Meski Dayong bersungut-sungut memberikan kuliah gratis tentang kurangnya nutrisi, gizi, dan sebagainya sambil sesekali melirik ke arah pinggan miliknya. Meski tanpa perdebatan berarti, gadis itu membalas dengan membisikkan sedikit nasihat, bahwa sebaik-baik berbicara saat makan adalah dengan memuji makanan itu sendiri. Lagi pula, tidak ada kandungan zat beracun semacam: asam fosfat, plumbum, atau air raksa. “Alhamdulillah, lumayan, nih.” “Apanya?” “Kena bersyukur, karena kenyang.” Andara menekuk jari jemarinya satu persatu, sambil sedikit tengadah. “Sarapan, tambang pulang ke rumah, juga pengawalan gratis. Apakah ini, berlaku tiap hari, Encik?” “Boleh. Tapi, tak ada yang free.” Andara mengangguk, paham akan sit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD