Perbalahan itu selalu ada di mana jua. Sebiji zarah masalah, bisa menjadi pencetus keributan. Menjadi riak kecil dalam sebuah hubungan. Seperti yang saat ini terjadi. Zura dengan perutnya yang sudah serupa tempayan, semakin menonjol ketika dia bersedekap, menunggu sekapur sirih, pembuka kata dari Andara yang sedang membersihkan loker. Memiliki dua loker itu, seakan memiliki dua rumah. “Kau tahu, yang aku naik lift barang untuk sampai tempat ini. Nampak saja b***k departemen test ambil barang dari rowstock, aku ikut menyelinap. Tak larat nak jalan naik tangga, demi menghajar engkau.” “Siapa sih, orang HRD yang mulut becok?” “Mulut becok, kau kate. Sedap hati. Nak, kena pelempang!” Andara tak memedulikan ocehan ibu hamil yang kelebihaan hormon chili padi itu. Apalagi suara Zura sudah

