Jatuh cinta itu soal rasa. Dimulai dari kecenderungan untuk suka. Sedikit logika, lebih banyak rasa yang berbicara. Ditambah dukungan semesta raya. Jadi, bila umur perjumpaan itu hampir terlupa kapan tepatnya, dan baru sekarang rasa itu muncul, tentu tidak ada yang bisa menjawabnya karena semua itu bukan rekaan. Tiba-tiba … berbunyi, klik. Jawaban itu yang akan Dayong lemparkan pada siapapun yang menanyakan padanya, kenapa dia tiba-tiba jatuh rasa, perhatian level 125 derajat. Sayangnya, belum ada yang bertanya itu padanya. Mungkin esok atau lusa. Atau beberapa menit kemudian ketika dia dan Andara berjalan beriringan menuju tempat parkir. Hilang logika adalah nama lain dari cinta. Ke mana Dayong yang logis itu? “Kenapa, sengih-sengih?” tanya Andara. “Happy. Aku, ambil kereta kejap ya, T

