"Bu.. Maaf, gaji Ghazi bulan ini belum bisa Ghazi kasih ke Ibu.." sesal Ghazi sambil menunduk, enggan menatap mata Ibu. Saat itu mereka berdua tengah duduk di meja makan. Ibu memasak sayur asem, ikan asin, dan sambal terasi yang biasanya selalu Ghazi habiskan tanpa sisa. Tapi kali ini, nasi beserta lauk pauknya belum tersentuh, utuh di depan Ghazi. "Iya nggak apa apa Ghazi. Itu kan uangmu. Kamu nggak wajib ngasih ke Ibu. Udah, nggak apa apa, kalau memang kamu ada keperluan lain, ya kamu pakai aja. Ibu juga Alhamdulillah masih ada uang tabungan dari hasil jahitan." jawab Ibu sambil tersenyum. Dalam hati Ibu menduga Ghazi sedang menjalin hubungan dengan seorang gadis, dan mungkin uang gajinya bulan ini mau ditabung untuk persiapan lamaran. Ibu berharap apa yang ada di pikirannya benar. Dan

