deg... " Ya alloh... Bunda Hanum...?" Juna yang melihat Hanum tertelungkup langsung berlari menghampiri. Juna jongkok dan kedua jarinya menekan denyut yang ada di leher. Beruntung... denyut nya masih ada, namun sedikit melemah. Juna membalik badan Hanum yang tertelungkup dengan susah payah. Seseorang yang tadi melempar barang bawaan nya itu menghampiri. " Sini dek, biar bapak bantu..." Sang bapak itu terlihat membantu Juna untuk membenarkan posisi Hanum. Setelah beres Hanum di sandarkan, di tempat yang terlihat bersih. Juna langsung menuju depan mobil, dimana ada Elin yang masih terlihat tak berdaya. Dan mengalami benturan keras di kepalanya. Di kening Elin terlihat darah segar masih mengalir. " Innalillahi ya alloh Elin...?" Juna membuka pintu mobil yang di mana Elin bersandar di

