"Dad....." pagi hari Prilly masuk kamar Ardi dan Nila tanpa mengetuk pintu, ia dikagetkan dengan pemandangan kamar yang berantakan akibat pertempurannya kemarin malam, baju dan pakaian dalam yang berantakan belum lagi Nila dan Ardi yang masih pulas dengan tubuh telanjangnya yang terbungkus selimut. "Dasar daddy makin tua makin jadi" ucap batin Prilly, ia menggelengkan kepalanya dan segera keluar dari kamar tersebut. "Ternyata daddy dan Nila memang benar-benar bahagia, gak salah kalo aku menerima sahabatku sebagai mami tiriku" ucap batin Prilly lagi sambil menikmati sarapannya. Nila masuk ruang makan dengan raut bahagianya. "Pagi Prill..." Nila mengecup pipi Prilly lalu duduk ditempatnya, ia hanya memakai piama tidurnya. "Pagi mami Nila... tumben bangunnya siang" celetuk Prilly, karen

