Author pov
"Hai bro"ucap seorang lelaki menghampiri rachel
"Ehm elo mau apa?"tanya rachel to the point karena rachel tau kalau seorang lardo tidak mungkin menghampiri dia tanpa alasan lain
"Santai aja kali emang lo lagi liatin apa??"ucap lardo
"Oh gue tau kalau lo lagi ngelihatin ailien kan"lanjut lardo sambil menunjuk seorang wanita yang sedang baca buku sendirian yang membuat rachel gelagapan
"Enggak gue cuma melamun aja"kilah rachel dan malah membuat lardo terkekeh pintar sekali dia berkilah
"Yang bener lo cuma melamun??nggak liatin dia,ayolah rachel siapa sih yang nggak terpesona sama ailien dia cantik,pintar,anak orang kaya apalagi coba dia begitu perpect...
katanya semua laki laki di sekolahan ini mau jadi pacar dia bahkan ada yang terang terangan nembak dia tapi selalu di tolak...kata orang sih dia nunggu seseorang tapi entah siapa"ucap lardo bersemangat tetapi berbeda dengan rachel ada suatu perasaan yang terselup di hatinya marah,kecewa,senang entahlah
"Dan lo harus buat pengecualian buat gue karena gue nggak akan pernah terpesona sama dia"kata rachel dengan sangat yakin
"Emang lo yakin?? Kalau gitu bagaimana kita buat taruhan kalau lo mampu menaklukkan hati ailien lo akan dapat mobil keluaran terbaru dari gue dan kalo lo nggak bisa menaklukkan hatinya maka gue akan dapat mobil dari lo..bagaimana???"
"Ehm oke,dan siap siap ya duit lo akan habis."kata rachel setuju dan memang siapa sih yang tidak tertarik dengan tawaran lardo bukannya rachel tidak bisa membelinya tapi bukankah menaklukkan hati perempuan bagai membalikan telapak tangan bagi seorang rachel mumpung rejeki gratis sayang kalau nggak diambil pikirnya
"Tapi lo harus ingat saat perpisahan kita nanti lo harus putusin dia dihadapan orang banyak dan lo katakan kalau lo nggak cinta sama dia bagaimana"kata lardo dan membuat rachel berpikir sebentar..mengejar cinta princess ice dalam 9 bulan apa dia bisa
"Baikah gue terima tapi saat perpisahan nanti gue harus sudah terima kunci mobilnya"ucap rachel dan mendapat anggukan dari lardo.
*************
3 bulan sudah semenjak perjajian rachel dan lardo itu,rachel terus mencoba mendekati ailien tapi kayanya wanita itu tidak menggubris sedikitpun
"kenapa sih mendapatkan hati seorang princess ice harus sesulit ini apa gue harus berubah menjadi ice juga supaya mendapatkan hatinya"bathin rachel sambil memperhatikan ailien yang sedang membaca buku di ruang perpustakaan
"Hai lo ngapain mulai tadi ngelihatin gue ??"ucap ailien yang baru sadar kalau dirinya di amati oleh seseorang
"Ehh kenalin gue rachel,rachel radmilo prasaja..boleh gue duduk di samping lo?"kata rachel salting yang benar saja seorang rachel ketahuan sedang ngeliahatin seorang cewek dan mau di taruh dimana harga dirinya
"Oh gue ailien anidya nurfattah lo bisa panggil gue ailien,boleh duduk aja"ucap ailien mempersilahkan rachel duduk disampingnya dan disambut baik oleh rachel langkah pertama menuju mobil bathinnya
************
"Ailien kita ke cafe bagaimana"ucap rachel sambil merangkul bahu ailien ya semenjak hari itu mereka pun menjadi akrab dan tak jarang orang mengira mereka sudah pacaran
"Malas ah gue mau belajar sebentar lagi kita mau ujian"tolak ailien sambil membaca bukunya tanpa melirik sedikit pun ke arah rachel
"Ayolah sekali ini aja ya please"mohon rachel dan membuat ailien mau tidak mau meneriamanya
"Iya deh gue mau"jawabnya dan langsung membuat rachel memeluk ailien
"Makasih ya dah,gue jemput lo dirumah jam 5"ucap rachel dan berlalu pergi
" lo udah siap??"tanya rachel
"Ya gue udah siap ayo "ajak ailien dan berjalan ke arah mobil lamborgininya rachel
"Gue aja"ucap rachel saat ailien ingin membuka pintu mobil rachel dan membuat sebuah desiran di hati ailien dan mereka pun pergi ke kafe
"Wow rachel emang lo ya buat semua ini???"tanya ailien kagum bagaimana tidak suasana kafe sudah dirubah rachel menjadi sedemikian romantis dan siapa pun yang di ajak kesini akan merasa istimewa
"Iya dan ini khusus untuk dewi ku"ucap rachel sambil mencium pipi ailien dan membuat ailien merona
"Ayo kita kesana"ajaknya sambil menggandeng tangan ailien mesra dan mereka pun berjalan menuju sebuah ruangan hingga terdengar sebuah lagu, ya ailien tidak salah dengar ini lagu my heart will go on lagu kesukaannya bagaimana bisa rachel tahu tentang ini
"Lagu ini mengibaratkan kita walau misalnya aku sudah tiada lagi tapi cinta kita tetap ada selamanya disini "ucap rachel sambil menunjuk ke arah dadanya
"Maksudnya apa rachel?"tanya ailien dengan tatapan polosnya
"ehm gini ailien mungkin aku nggak tau kapan rasa ini muncul tapi saat aku bersamamu rasa begitu tenang nyaman dan aku tau kalau rasa itu adalah rasa cinta ke kamu,jadi maukah kamu menjadi pacarku ailien anidya nurfattah"ucap rachel sambil menatap bola mata ailien
"Ehm tapi a-"
"Aku tidak akan mengulangnya lagi ailien "potong rachel dan mendapat anggukan dari ailien....melihat itu rachel pun langsung memeluk ailien
"Maaf ai lo memang wanita baik tapi gue harus menyelasaikan permainan ini"bathin rachel
"Dah hati hati ya"ucap ailien saat dia sampai di depan rumahnya dan ya sesudah acara pernyataan perasaan nya tadi rachel langsung membawa ailien pulang sedih banget bukan
"Iya daah see you..love you"kata rachel sambil melajukan mobilnya
"Love you too"ucap ailien
***************
"Halo bro temui gue di tempat nongkrong biasa oh ya jangan lupa bawa mobil yang udah lo janjikan ke gue"
"_________"
"Iya lo tenang aja gue udah nembak dia kok"
"_________"
"Ya udah nanti gue ceritain"ucap rachel dan mematikan sambungan teleponnya
"Hai bro hebat lo ya princes ice aja dapat lo taklukin"ucap lardo sambil menepuk bahu rachel
"Iya dong,lo bawa kan??"tanya rachel
"Yap ini kuncinya,tapi ceritain dulu ke gue bagaimana ceritanya?"ucap lardo sambil menyerahkan kunci mobilnya ralat kunci mobil rachel
"Mudah aja gue cuma bawa dia ke kafe biasa tapi ruangan nya gue ubah agak romantis setelah itu gue nyatakan perasaan dan dia terima terus kami pulang"terang rachel dan mendapat tatapan heran dari lardo cuma begitu aja sudah dapat menaklukkan hati princess ice hebat betul temannya satu ini
"Tapi lo nggak lupa kan persyaratan kita ??"tanya lardo
"Iya gue ingat,gue akan mutusin dia di hari perpisahan nanti"kata rachel ragu putus yang benar saja begitu susah dia mendapatkan hati wanita itu malah dengan gampangnya lardo meminta dia putus dan itu tidak lama lagi cuma 2 bulan saja lagi,ada perasaan yang membuat hatinya tertusuk dan berpikiran untuk menghentikan permainannya bagaimana tidak rachel sudah terlalu nyaman bersama ailien cinta pertamanya...ya walaupun banyak wanita yang sudah menjadi pacar nya tetapi rachel tidak pernah mencintai mereka sedikit pun sebutlah dia b******k tetapi kenyataannya memang begitu dan di saat dia merasakannya malah dia harus memutuskannya penyesalan memang datang di akhir bukan
"Dan lo nggak bisa mundur lagi"double s**t matilah sudah dia kalau begini
"Iya,gue pulang dulu"jawab rachel murung dan berlalu pergi
***************
Hari yang paling tidak di inginkan rachel akhirnya datang juga yap hari perpisahan mereka dilaksanakan hari ini hari dimana dia akan dibenci oleh cinta oleh dewi ya ya tuhan ku mohon cabut saja nyawaku sekarang pikirnya
"Sayang kamu ko melamun?"tanya ailien lembut
"Eh nggak papa ko pity sini aku mau meluk kamu"ucap rachel,pity??ya itu adalah sebutan kesayangan rachel untuk ailien
"Kamu kenapa ko gini??"tanya ailien yang masih dalam dekapan rachel dan dapat dirasakannya kalau rachel memeluknya sangat kencang
"Nggak aku cuma mau meluk kamu aja"jawab rachel dan untuk terakhir kalinya ailien kurasa ini karma yang kuterima maaf.
"Dimohon untuk kelas 12 semuannya di persilahkan untuk berkumpul "ucap seseorang dan membuat ailien melepaskan pelukannya dan segera bekumpul dengan teman temannya
Waktu pun berjalan dengan cepat hingga tiba lah di akhir acara atau lebih tepatnya pengakuan rachel di depan semua temannya dan itu membuat dia ingin mati saja sekarang
"Lo ingat kan?"tanya lardo
"Yap gue akan menepati janji gue"ucap rachel dan mulai menaiki pangung
"Ehm maaf semuannya sebelumnya saya ingin membuat sebuah pengakuan yang sangat mengejutkan"ucap rachel dan sontak membuat seluruh siswa menatap ke arah dia termasuk ailien
Rachel mengembuskan nafasnya dia harus bisa "sebernarnya saya berpacaran dengan ailien tidak betulan saya tidak pernah mencintai ailien dan ini adalah sebuah permainan"ucap rachel lirih dan tidak terdengar kalau di berbicara bukan di depan mikropon dan sontak membuat seluruh siswa riuh ya ada sebagian dari mereka yang mengejek ailien dan merasa kasihan dengannya
"Hancur sudah semuannya maaf kumohon jangan membenci ku ailien"ucap rachel dalam hati saat dia menatap ke arah ailien dan ya dapat dilihatnya kalau ailien saat ini sedang menangis dan ada beberapa temannya mencoba menenangkan ailien tapi tunggu buat apa lardo juga dan sedang memeluk ailien bukankah dia yang menghendaki semua ini..
Melihat hal itu rachel pun berjalan ke arah ailien tetapi berhenti saat melihat tatapan tajam dari ailien
"Berhenti disana tuan prasaja yang terhormat apa anda ingin melihat saya lebih malu lagi dan ingat ini selamanya aku akan membenci dirimu tuan prasaja"teriak ailien dan berlalu pergi
"Selesai sudah semuannya dia membenciku"bathin rachel
************
Semenjak kejadian itu ailien pun tidak pernah sekalipun menghubungi dia dan lihatlah sekarang dia bagaikan mayat hidup atau lebih tepatnya zombie yang tidak memiliki perasaan lagi
Drt.....drt....drt....
"Halo,mau apa lo"
"______"
"Nggak gue nggak mau, cukup lo udah ngehancurin hidup gue"
"Oke oke gue akan kesana"
Rachel pun bergegas menuju tempat nongkrong mereka biasanya
"Hai bro lo benar benar berubah menjadi zombie ya"ucap lardo sambil tertawa
"Mau apa cepat gue nggak punya banyak waktu" ucap rachel to the point ya dia sudah muak melihat wajah orang yang menghancurin hidupnya
"Gue punya kabar tentang ailien"
"gue nggak tertarik"ucap rachel bohong dia sangat ingin mengetahui kabar ailien
"Tapi kayanya lo akan tertarik soalnya ailien bilang kalau dia mau melanjutkan kuliahnya di as mungkin dia nggak akan pulang"terang lardo dan membuat rachel membelalakkan matanya bagaimana mungkin ailien meninggalkannya bisa bisa dia mati di tempat
"Dan gue ikut oh ya sebelumnya gue mau ucapkan terima kasih karena sudah membuat gue dekat dengan ailien dan asal lo tahu permainan itu cuma akalan gue untuk membuat ailen jatuh hati ke gue tapi sampai saat ini kayanya dia masih nggak bisa ngelupain lo tapi tenang aja gue akan merebutnya"ucap lardo dan berlalu meninggalkan rachel
"Sial jadi ini semua hanya akalan lardo untuk membuat ailien membenci dia dan mencintainya....sial,sial semua sudah terlamabat ya sudah terlambat untuk semuannya ailiennya akan pergi meninggalkannya.apakah penyesalan itu pernah di depan nggak ada kan selalu di akhir datangnya"
***********