Dia melirikku sinis. Sudah tahu kalau berurusan dengan wanita tak pernah menang, masih ngeyel! Di dalam mobil yang melaju, tak ada percakapan apapun. Mobil berasa tak berpenghuni. Sunyi dan sepi, mungkin setan saja enggan untuk ikut naik karena terlalu horor. Sampai tiba di sebuah restoran yang cukup ramai. Aku pikir Azmi akan kembali membukakan pintu, ternyata dia malah nyelonong dan meninggalkan aku yang masih tenang di mobil. "Gelo, dia!" aku ngedumel sambil turun dari mobil dan menuncinya. Dia itu laki-laki macam apa? kenapa juga Salsabila sampai kepincut orang macam es. Dia duduk dengan tenang, Seolah tak butuh teman ataupun orang lain. Bahkan saat pramusaji datang, dia cuek tanpa menawarkan aku makanan sedikitpun. "Mbak, pesan apa?" akhirnya pramusaji yang manawarkan. "Aku pese

