Menjelang

1153 Words

Bima menaiki kuda di malam yang purnamanya hampir sempurna. Ia tak bisa tidur, pikirannya sedang tak menentu. Seharusnya ia bisa seperti dulu, hanya memikirkan kemenangan saja, bukan orang lain. Ia melajukan kudanya dengan kencang, menuju wilayah paling ujung perbatasan, mencari tahu apa di sana semua baik-baik saja. *** Ayu menghindar beberapa kali dari anak panah yang terus melesat ke arahnya. Ia menunduk menunggang kudanya. Mau tak mau kakinya beberapa kali tergores ranting. Anak buah Danur yang mencurigainya tak berenti mengejarnya, bahkan sedikit lagi derap langkah kuda mereka akan sama. Ayu memacu tunggangannya lebih kencang, tetapi lelaki di belakangnya berhasil menarik bajunya. Gadis itu terjatuh, satu buah kakinya terikat di pelana kuda. Ia kesulitan mengangkat tubuhnya send

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD