Aku mengerjap mengembalikan kesadaran dan segera memindahkan gelombang lensa ke saluran Tytan. Sepertinya ini akan lebih sulit dari dugaanku. Mereka ternyata bukan organisasi rendah yang patut diremehkan. Protokol keamanan mereka telah terorganisir dengan baik. Mataku memicing. Beratus anggota Tongatapu berdiri menghadang iring-iringan kami. Seorang lelaki berjas hitam yang sedari tadi memainkan benda asing diantara jemarinya berdiri memimpin, "Mr. Tonga." Desisku. "Bom." Lirih Jack, "Benda itu adalah remote control bom." Aku menoleh menatap Jack, "Ky, kau bisa melacak bom?" "Bom? Tidak bisa Zoe. Aku hanya bisa melacak ketika timernya aktif." Aku memejamkan mata, menghitung pernafasan dan mencoba tenang, "Sora, evakuasi seluruh orang mendekati pintu keluar.

