53. Lirihan Rasa yang Terpendam

2087 Words

Siang cerah dengan warna kebiruan yang merekah sudah berubah menjadi lembayung senja di angkasa. Mengantarkan kepulan asap kendaraan di udara, yang mengurangi kadar cantiknya warna oranye di atas sana. Belum lagi manusia satu dengan lainnya yang saling berebut tempat paling depan. Jalan raya sudah nampak seperti arena balap dengan peserta yang membludak. Ditambah pasukan pedagang kaki lima yang turut mendukung suasana sesak nan berisik di akhir hari menjelang petang. Saling bersahutan menyumbang suara guna menawarkan barang dagangan. Sebagai penggambaran lumrah yang selalu nampak sama setiap harinya. Meninggalkan sejenak kegelisahan yang timbul lantaran keramaian di jalan raya. Meluruhkan rasa lelah fisik setelah menghabiskan delapan jam lamanya di depan kertas-kertas gambar sketsa. Sert

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD