47. Tujuan yang Salah

1112 Words

Nampaknya ketenangan di rumah yang sudah berjalan beberapa harian ini harus mengalami gangguan siang ini. Gangguan yang hadirnya memang selalu tanpa diminta. Datang sesukanya, tapi susah perginya. Mengubah tatanan ketenangan yang dirangkai dengan usaha, berubah menjadi kegusaran yang nampak jelas dari raut wajah. Dhia tidak ingin bertindak tidak sopan. Mengingat satu manusia yang kini berdiri tepat di depan pintu tidak pernah memiliki urusan pribadi dengannya. Kehadirannya hanya selalu untuk Mama dan Ragha. Dhia tidak memiliki hubungan dekat sampai-sampai harus menaruh dendam kesumat pada si oknum. Tapi entah bagaimana mulutnya sudah mendesis sebal sembari mengumpat pelan. “Ck, dasar setan pengganggu.” Yang mungkin saja terdengar dengan begitu jelas di telinga Sana. Karena keduanya tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD