“Bisa sopan dikit, ‘kan?” geram Ragha yang mendapati sang adik hadir dengan cara tidak elit di ruangannya siang ini. Dhia hadir tepat saat mentari sedang berada di atas kepala. Suasana siang hari yang panas selaras dengan kepala yang lelah lantaran bekerja sejak pagi. Memutar otak untuk mengerjakan satu tugas dan tugas lainnya. Tapi di saat ia baru saja bersandar nyaman di kursi kebesarannya. Sembari mengistirahatkan ototnya yang lelah, juga nyaris terpejam, Dhia mengusik segalanya dengan kehadirannnya yang menyebalkan. Membanting pintu, tanpa salam, tanpa sapa, juga wajahnya yang nampaknya tidak pernah berubah. Selalu menunjukkan raut jutek yang membuat Ragha menghela napas sabar berkali-kali. Dan satu hal lagi, Ragha baru menyadari jika Dhia sudah menghabiskan banyak waktu di rumah. S

