103. Pecat Dia

1509 Words

"Alhamdulillah," ucap Raihanah, dia menghela napasnya panjang, menatap pada sebagian lantai lobi yang sudah bersih dia pel. "Astaga, siapa yang taruh ini sembarangan?" Raihanah menoleh saat mendengar seseorang mengeluh, dan seketika dia panik, ada seorang Ibu-ibu yang baru saja menendang ember berisi air pel yang baru dia gunakan. Raihanah pun segera menghampiri wanita dengan sanggul kecil, serta memakai blezer hitam. "Maaf, Bu." Raihanah merasa tak enak hati. "Ini kerjaanmu?" tanya wanita itu dan Raihanah menatap pada sepatu basah milik wanita di depannya yang dia yakin mahal itu. "Astaga, bagaimana bisa Rumah Sakit ini punya cleaning service seceroboh ini?" "Maaf Bu." Regina terdiam kembali, kakinya sedikit terasa lemas hingga satu langkah mundur saat melihat Raihanah. Tangan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD