"Pergilah, jika kau mau tetap bersama anak yang baru kau lahirkan itu." "Kenapa?" "Karena anak itu perempuan, kami tidak menghendaki anak perempuan, sudah ada Selvy." "Tidak, Mas Yoga juga mencintaiku, dia mencintai anak ini!" Seorang wanita tersenyum mengejek. "Aku tau kau hanya perempuan kampung, tapi aku tak tahu kau sepolos ini," ujarnya. "A-apa maksudmu?" tanya wanita lain yang tengah terbaring di ranjang pasien. "Aku dan Mas Yoga, saling mencintai, keluarga kami sempurna, bahagia. Sampai aku divonis tak bisa lagi memiliki anak, saat itu kau yang pernah menjadi cinta pertamanya datang." "Dia putra tunggal, pewaris Rumah Sakit, dan kami butuh anak laki-laki, dan kau tidak bisa memberikannya." Wanita yang terbaring itu menggelengkan kepalanya. "Aku masih bisa hamil lagi," uja

