"Jam berapa ini?" gumam Devina. Gadis itu masih berada di gedung apartemen Affan. Hanya saja, setelah tadi memencet bel Apartement tak ada jawaban, jadilah Devina memilih menunggu di lobi saja. Rasanya, dia mulai tak sabar menunggu. Dia benar-benar ingin sekali mengajak Affan jalan hari ini, untuk menghilangkan kecanggungan di antara mereka sejak permintaan bersamanya beberapa hari lalu. "Mana ditelepon gak diangkat lagi," gumam Devina. "tapi kata Ajeng tadi, dia sudah pulang dari jam setengah 12." "Ini sudah jam tiga, kemana Affan? Apa pulang ke rumahnya?" "Gini nih repotnya kalau gak janjian dulu, aku tunggu setengah jam lagi kali ya?" "Devina!" Devina menoleh, dan seketika gadis itu berdiri dan mendapati Tante Herlina, ibu Affan baru saja datang. "Tante," ucap Devina, dia ber

