"Apa?" "Iya Prof, Dokter Affan begitu perhatian pada pasien itu katanya, apalagi, kata suster, dokter menuliskan namanya pada kolom wali, sebagai suaminya." Yoga Haryadi baru saja selesai berganti pakaian dari seragam pasien menjadi pakaian pribadi miliknya. "Aku akan melihatnya," ujarnya. Saat ini, hati Yoga Haryadi begitu bergemuruh. Membayangkan menantunya seolah seperti telah berselingkuh dan mengkhianati Selvy. Amarah sudah menguasai hatinya. "Dia benar-benar tidak mengindahkan peringatanku!" Yoga Haryadi sudah mendengar tentang sang menantu yang memiliki seorang kekasih dari Danang dan dia belum tahu, siapa perempuan yang berani menggoda menantunya itu. "Jika Affan tidak mau mendengar, maka perempuan itu yang harus mendengarkanku!" Yoga Haryadi melangkahkan kakinya dengan ce

