80. Hanah Harus Hamil

1157 Words

"Mas tidak bisa jawab?" Raihanah kemudian turun dari meja kerja suaminya. "Tidak apa," ucapnya. "Aku, balik kerja dulu Mas." Kemudian, Raihanah kembali mengambil gagang pelnya. Dia berniat keluar dari ruangan suaminya itu. Namun, tiba-tiba Raihanah merasakan pelukan di tubuhnya dari belakang. Suaminya memeluknya. "Jika kita pergi jauh bisa membuat kamu aman, aku akan lakukan Hanah, atau, jika itu hanya menghancurkan aku saja, aku tak apa, asal bukan kamu." Affan berusaha meyakinkan istrinya. "Aku, tidak pernah merasakan cinta seperti ini pada siapapun, aku begitu takut kehilangan kamu." Mendengar itu, Raihanah merasa merinding. Jantungnya berdetak cepat sekali. Dia jelas merasakan ketakutan dari cara Affan memeluknya. "Aku, tidak tahu harus sampai kapan kamu bersabar sampai waktuny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD