Tak terlihat namun membingungkan

1033 Words

Derren menuruti apa yang di minta Aira, untuk membelikan pembalut di minimarket terdekat. Dengan santainya Derren masuk kedalam mini market, tersenyum pada kasir yang menyapanya.   “Selamat datang, selamat berbelanja,” ucap kasir dengan manis dari balik meja kasirnya.   Keadaan toko yang tak begitu rame, membuat Derren leluasa kesana kemari tanpa terhalang pengunjung lain. Pertama Derren menuju lorong belakang yang memperlihatkan popok yang bergambar bayi gembul. Setelah itu dia mencari gambar wanita sebagai pertanda itu milik wanita dewasa.   Setelah setengah jam muter-muter lorong mini market tersebut. Derren tak satu pun menemukan apa yang di carinya. Derren berjalan menuju kasir dan bertanya di mana tempat barang yang di carinya.   “Mbak, pembalut sebelah mana ya?” Tanya Derren

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD