Hari Melelahkan

1671 Words
Iva harus menahan malu untuk yang pertama kali dalam hidupnya, padahal dia adalah gadis yang tekun, teliti, dan sering tepat waktu setelah 16 tahun lahir ke dunia ini. (maklum author lagi dendam sama tokohnya), Pagi itu Iva harus berpanas-panas ria, menjalani hukuman dari bapak/ibu guru piket, dia terpaksa berlari berkeliling lapangan basket sebagai hukuman karena terlambat kesekolah, dengan peluh yang sudah mengucur deras di wajah ayunya, dia dengan semangat menyelesaikan hukuman dari bapak/ibu guru meski rasa malunya semakin besar. Iva adalah anak pertama dari dua bersaudara, dia di rumah tinggal bersama ibu dan adiknya, karena sang Ayah harus berkerja diluar negeri, demi masa depan kedua putri putranya. Gadis itu selalu membantu ibunya di rumah, dia gadis yang periang dengan wajah mungil, bibir merah merekah mata sipit, namun dia tidak terlalu suka untuk bersosialisasi dengan teman sekolahnya, baginya berbicara dengan teman hanya cukup saat membahas pelajaran. Seperti itulah Iva gadis berparas ayu, dengan tubuh tinggi sedikit berisi, yang selalu memakai hijab dalam kesehariannya. "Sudah selesai Pak/Bu....boleh saya ke kelas?" tanya Iva sambil menundukkan wajahnya. "Iya..., besok jangan diulangi lagi, tumben banget kamu terlambat, padahal kamu anak yang bisa di bilang rajin, meski dikelas gak aktiv!"sindir Ibu Berta yang saat itu piket. "Iya Bu..." jawab Iva menundukkan wajahnya, dengan sopan dia ijin undur diri untuk masuk ke kelas. ---------------------------------------------------------------- "Hai Va...... ini minumnya biar gak dehidrasi" kata cowok yang keluar dari kelas X-D "..........." sambil menatap lawan bicaranya namun tidak menjawab, kemudian dia berjalan dengan mengabaikan cowok yang memberinya minum, namun tiba-tiba tanggannya di tarik, Iva menepis dan menundukkan wajahnya. "Gak baik nolak rezeki ....anggap itu rezekimu dari Allah melalui aku, mungkin nanti kita berjodoh, kalau gak berjodoh, aku paksa untuk berjodoh. maaf tadi sudah memegang tanganmu, kita memang belum muhrim tapi aku ingin kamu menjadi muhrimku. Ini ambil air mineralnya. "katanya sambil memberikan botol minuman kemudian masuk ke kelas. Aneh... sok kenal siapa juga yang mau jadi jodohmu, batin Iva, sambil memegang air mineral kemudian berjalan dan masuk ke kelasnya. Saat masuk ke kelas nya, Iva merasa ada aura intimidasi yang dari tadi terus memandangnya, setelah dia duduk dibangkunya, ada sosok yang amat sangat dia tidak suka, seorang murid yang lebih mementingkan penampilannya dari pada nilai di ujiannya jeblok, ya dia adalah Chintya, si cantik yang digilai teman sekelasnya. "Tumben anak teladan, jadi anak telattan." sindir Chintya dengan mengibaskan rambutnya. "Apaan sih...gak jelas banget!" dengan cueknya dia membuka botol mineral yang niatnya dari awal ingin dia buang, tapi karena hari ini perasaannya campur aduk akhirnya air mineral dari penggemarnya lolos melalui tenggorokaannya yang tadinya merasa kering seketika menjadi segar dan penuh semangat, namun berbeda dengan gadis yang berdiri didepannya dia merasa syok karena gadis yang pendiam, itu kini berani berbicara dengannya. "Tadi kamu bilang apa!!" kata Chintya dengan nada meninggi!, namun Iva tidak menjawab, dia mengeluarkan bukunya dan mulai memfokuskan fikirannya untuk belajar. "Dasar cewek aneh!" dumel Chintya meninggalkan Iva yang fokus belajar. Terserah kalian mau bicara apa dibelakangku. Buatku itu gak penting, asal jangan ganggu aku. Iva Seperti itulah Iva di kelas dia tidak suka mengobrol dengan temannya tentang apapun kecuali membahas mata pelajaran. ------------------------------------------ Tet tet tet! Bel pulang sekolah berbunyi, semua siswa berhamburan, keluar dari kelas, ada yang masih duduk di dalam kelas, ada yang melaksanakan tugas wajib rutinan yaitu membersihkan kelas, ada yang duduk-duduk ditaman, diparkiran, ada juga yang masih mengikuti kelas ekstrakulikuler di sekolah. Iva mulai membereskan buku-buku pelajaran hari ini, dan memasukkannya kedalam tas, tak lupa bekas botol air mineral dia bawa untuk dia buang ketempat yang seharusnya, seperti para mantan (maaf ya Author sedikit curhat ??, yuk kembali lagi ke laptop ?‍?). Tiba-tiba ada suara yang membuat Iva, terkejut, sontak botol air mineral yang tadinya dalam genggamannya lepas begitu saja, menggelinding menuju sang pemilik terdahulu. "Maaf bikin Calon Ibu dr anak-anak ku terkejut, aku gak bermaksud untuk mengagetkan beneran sumpah,"cerocos cowok itu sambil mengambil botol minuman. Tanpa permisi Iva berjalan seenak udelnya, mengabaikan pria yang mengambil bekas botol air mineralnyaI. Makin penasaran. cowok Menatap wanita pujaan hatinya sambil tersenyum. --------------------------- "Assalamualaikum Bu....." ucap Iva berjalan membuka pintu belakang, kemudian masuk ke dalam rumah. "Wa'alaikum salam....Lo piye ta nduk ...? "Ada apa Ibuku sayang....? "tanya Iva pura-pura tidak tahu, tersenyum sambil melepaskan alas kakinya. "Ada apa!, ada apa!, kamu itu anak gadis! mbok ya lewat pintu depan kalau pulang sekolah. "Ibu ku sayang.... yang bilang Iva itu anak cowok siapa Bu.....Iva ini anak gadisnya ibu yang paling cantik." sambil tersenyum dan memeluk ibunya. "Ibu...Iva hari ini capek, jangan di ajakin debat ya.....Iva mau istirahat dulu Bu. Oce sambil memeluk ibunya dan berjalan menuju kamarnya. Ibu Hanum terpaku memandangi punggung anaknya dari jauh, dia tahu seberapa pun putrinya menyembunyikan apapun dari nya, wanita paruh baya itu tahu, bahwa putrinya hari ini di sekolah mendapat masalah anakku ternyata sudah besar. Bu Hanum sambil tersenyum. ------------------------------------- "Assalamualaikum ..... kata seorang cowo dari luar. Ish...siapa sih.....siang buta bertamu, gak tahu apa aku lagi istirahat kerja. batinnya sambil berjalan ke arah pintu kemudian membukanya. "Ya Allah.....cinta banget kamu sama aku brow....! ?, siang-siang buta namu....gak tahu apa aku baru selesai ngurusi proyek yang mburadul" Katanya sambil mengacak-acak rambutnya. "Sorry brow.... seenggaknya suruh aku masuk dulu lah, capek nih berdiri di depan pintu. "kata Cowok jangkung di depannya. "Hah !!! " mengacak-acak rambutnya, kemudian berjalan menuju ruang santai di sebelah ruang tamu, rumah minimalis modern berwarna abu-abu putih, terlihat elegan bersih dan rapi. Iya pria bertubuh sintal tidak terlalu tinggi, kulit eksotis khas orang Jawa, pria tampan itu harus berkutat dengan waktu demi masa depan adik-adiknya. Iya pria itu bernama Andrian Nurdiansyah dia harus dewasa sebelum waktunya, disaat teman-temannya masih bisa bermain-main, di usianya yang masih muda yang masih duduk di bangku SMA dia harus bekerja, masa-masa indah untuk anak remaja pada masanya, tapi tidak untuk nya, krena dia tahu orang tuanya hanya seorang buruh tani, maka dia harus memanfaatkan waktunya untuk mengumpulkan uang demi pendidikannya dan kedua adiknya. "Ada perlu apa sampai ganggu istirahat ku brow, bukannya aku bilang temui aku pada malam Minggu, itu waktu senggang ku! ?"katanya dengan air muka merah padam. "Gila apa Malming aku harus apel ke rumah mu! mending jalan-jalan sama pacar! ? "Halah kayak punya pacar aja,! sesama jomblo gak usah nyindir! "katanya sambil mengambil botol air mineral di lemari es mini, dekatnya duduk. "Hihi, iya nih susah banget ya kita biar bisa punya cewek, derita jomblo akut! "Kamu aja aku bukan jomblo akut", katanya sambil tersenyum. "Iya....yang lagi PDKT, ngomong-ngomong aku minta tolong ya ....anterin ke rumah temenku....gak jauh kok...tetangga desa. mau ngembalikan gitar ? nih Oce brow." sambil tersenyum. "Iya, tapi malam Minggu, soalnya kerjaanku banyak nih. "Oce brow siap!" sambil menenggak air mineral di depannya. ------------------------------------ Langit yang tadinya berwarna oranye, tiba-tiba berwarna gelap...namun masih terlihat indah, keindahannya terasa lebih lengkap dengan adanya ribuan kunang-kunang yang berdiam diri menemani sang rembulan, suara bising mobil, dan hewan malam berpadu menjadi satu seirama dengan suasana malam ini, suasana malam yang terasa penuh romansa cinta bagi mereka para muda mudi sedang kasmaran. Berbeda dengan gadis cantik yang sedang termenung memandang langit seolah-olah merindukan seseorang yang tak mungkin lagi dia gapai, iya gadis itu bernama Iva sejak kejadian 1 tahun yang lalu, Gadis itu menjadi menutup dirinya, bukan hanya dirinya tapi juga hatinya. Flash Back on Seorang pria muda duduk di kursi roda bersama gadis cantik yang memakai hijab menelusuri lorong rumah sakit terbesar di salah satu kota yang terkenal akan wisata dan kuliner nasi Gegok. "Kakak ingin kemana.....?" tanya gadis kecil itu kepada pria di yang tengah menatap ke depan. "Bisa antar saya ke depan Vany....(panggilan sayang). "Iya kak ....tapi kalau nanti kedinginan kita kembali masuk ke dalam ya.....udara malam gak baik untuk kakak tampan ☺️" sambil tersenyum. "Pria itu tersenyum sambil, mengangguk", senyum yang paling indah, meneduhkan hati bagi orang yang melihat, meski tertutup wajah pucat tapi tak mampu menutupi wajahnya yang masih terlihat tampan. "Kita sudah sampai kak.....kakak ingin bicara apa? tadi Om dan Tante bilang sama aku," mendorong kursi roda di depan bangku taman rumah sakit, kemudian di duduk tepat di depan pria itu. "Vany..... apa kamu mau janji sama kakak,? tanyanya sambil tersenyum, meski masih terlihat ada raut kesedihan dihatinya. Vany tahu kakak..... sekalipun kakak berjanji dan berusaha sekuat mungkin. Tapi tetap Allah yang menentukan Bismillah...... meski Vany sakit Kejora tetap ikhlas untuk kebahagiaan Oriyon. Iva "Iya kak.....apapun itu Vany akan selalu janji sama kakak, asalkan Vany mampu." mencoba tersenyum. "Vany.... maaf janjiku di depan orang tuamu untuk ta'aruf denganmu aku batalkan, aku ikhlaskan kamu memilih pria yang lebih baik dariku yang bisa menemanimu dan membimbingmu hingga masa tuamu nanati, kakak harap kamu tetap istiqamah menjadi pribadi yang baik lagi. Aku tahu kakak pasti sangat takut Tapi maaf kak aku mungkin tidak bisa memenuhi janjiku untuk mencari pria lain aku akan menunggu dan terus mnunggumu Sampai Allah mempertemukan kita nanti. Iva Flash Back off. drrrtttt drrrttt sebuah pesan masuk membuyarkan lamunan gadis cantik itu. ? Assalamualaikum Bidadari ku....? ? Wa'alaikum salam ? Lagi apa? Gak jelas,!! Meletakkan kembali Smartphone nya lalu masuk ke dalam rumah, selang beberapa lama ada seorang cowok membuka gerbang utama. "Dek.... boleh minta tolong gak?! Apaan sih..... Pasti soal cewek-ceweknya. Iva "Apa?! tanyanya jutek "Sewot apa nanti q beliin silperkin oce ?, mengedipkan matanya. "Iya .... "Nanti kalau ada cewek siapa pun itu bilang Mas gak ada di rumah oce ??" sambil menutup gerbang utama. "Kalau takut ketahuan jangan main api, Insyap donk....bikin nama baikku di sekolah tercemar. "Iya iya....nanti kalau sudah waktunya mas insyaf oce, sekarang bantuin ya, please.... memohon sambil menutup kedua tangannya ?. "Iya.... Bersambung .... . . . . . . . . . . . . . . . . . . ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Hai reader's.....salam kenal Menurut kalian baik gak sih berbohong! dan apakah Iva akan melakukan seperti kemauan Mas/Abangnya...? Karena menurut author berbohong itu gak baik, yang rugi sebenarnya diri kita iya kan.... Yuk simak terus kelanjutan kisahnya. Ngomong-ngomong novel ini saya ambil dari kisah nyata cinta sejati orang yang saya kenal. Di sini Author minta saran ya...buat para reader's, untuk visual tokohnya. Terima Kasih dan selamat membaca ☺️?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD