“Saya bisa lepas hanya bila Non Cantika yang ingin melepas saya. Kalau saya memaksa melepaskan diri dari dia sebelum dia menginginkan itu, dia memastikan seumur hidup saya akan menderita di bawah tekanannya.” “Perempuan mengerikan. Tapi bisa-bisanya dia bersikap seolah menjadi orang yang paling hancur dan tersakiti. Bahkan dia berniat menggunakan nyawa saya untuk membayar semua hal buruk yang sudah saya perbuat di rumahnya,” gumam Aruna dengan perasaan carut marut. Hugo tersenyum miris. “Non Cantika itu anak orang kaya lalu mendapatkan suami yang juga anak orang kaya dan kini mereka juga menjadi orang kaya. Dari kecil baik Non Cantika maupun Tuan Batara itu terbiasa mendapatkan dengan mudah apa pun yang mereka inginkan. Termasuk menginginkan nyawa seseorang yang menurutnya bisa membua

