34. Lupa Segalanya

1066 Words

Logika sudah tak ada dalam otak Aruna yang telah ditutupi oleh hasrat dan gairah yang terbakar. Ia terapung-apung dalam perasaannya yang tak menentu. Sementara itu Batara terus menggempur kewanitaannya dengan cepat dan ganas. Aruna dapat merasakannya dalam gerakan menghujam laki-laki itu pada kewanitaannya dan juga saat jemari kokoh Batara mencengkram pinggulnya dengan kuat. Aruna semakin mendesah dan merintih di antara hentakan Batara. Jemari lentiknya mencengkram bahu laki-laki itu dengan kuat hingga meninggalkan bekas kuku yang mungkin saja telah melukai kulit Batara. Keringat Batara mulai membasahi sekujur tubuhnya yang tengah merasakan kehangatan yang membara. Batara hanya mendesah tanpa berkata-kata. Tenggorokan Aruna terasa kering dan ia menyadari itu karena desahannya sendiri. Ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD