Adrian menyipitkan matanya, merasa silau dengan sinar matahari yang masuk dari kaca jeiyala kamarnya. Adrian tersenyum, saat melihat istrinya yang berada di pelukannya. Adrian mengambil tangan Hera, mencium telapak tangannya dan punggung tangannya bergantian. Lalu mencium punggung sang istri yang polos. Dan berakhir pada pucuk kepalanya. Adrian terkekeh, saat mengingat bagaimana percintaan panas semalam yang dilakukannya, setelah penantian cukup lama akhirnya hasrat itu bisa tersalurkannya. "Adrian jangan ganggu aku"gumam Hera yang merasa terganggu, akibat ulah bibir Adrian yang menjelajahi bahunya. Adrian terkekeh, lalu mengecup pipi istrinya gemas. "Mau sampai kapan putri tidur ini memejamkan matanya -huh" "Aku lelah, biarkan aku tidur sebentar lagi"ucap Hera dengan mata terpeja

