"Tangan ini mencoba untuk meraihmu, menggapaimu dalam satu tarikan, aku tahu kau bingung. Jangan membuatku merasa bersalah dengan tatapan itu, aku akan mencoba terus untuk membuatmu ingat padaku" ... "BERHENTI DI SANA" Pria itu berteriak, suaranya terdengar begitu parau, wajahnya syarat akan emosi. Kedua kakinya terasa limbung, nafasnya seakan tercekat, tersenggal dengan tenaga nya yang terkuras. BRAKK!! Adrian memukul mobil di hadapannya dengan kencang, tidak peduli dengan rasa nyeri pada telapak tangannya. Ia terus memukul mobil itu dengan pukulan keras. "BUKA PINTUNYA BR***S*K" Pria yang berada di dalam mobil itu tak bergeming, tangannya sibuk merapikan jaket pada sang wanita yang duduk tak sadarkan diri di sampingnya. Mata Adrian melebar, dia dapat melihat Hera di sana, istr

