Acara pagelaran busana di hari terakhir berjalan cukup singkat. Aku masih menjadi model bagi beberapa baju yang Vhyung buat. Mungkin karena suasana hatiku yang baik, ketika sekali lagi aku dipertemukan dengan si b*****h Renji aku bisa memberinya sebuah senyum yang cukup menawan baginya. Kontan hal tersebut disambut ekspresi melongo dari Renji dan kernyitan dahi yang sangat kentara dari Vhyung yang kali ini berada disekitarku. Dia bahkan tak membiarkanku jauh darinya lebih dari jarak satu meter. Dan kurasa ekpresi yang aku berikan pada Renji secara Cuma-Cuma memancing kecemburuan lain dari pria posesif disebelahku. “Kalian sudah akur ?” tanyanya. Kentara sekali jika pria ini tidak menyukai keramah tamahanku pada Renji meski hanya sesaat saja. Aku mengangguk cepat dan ringan. Membuat kern

