“Selamat datang di apartment milik Vhyung.” Katanya setelah tiba disebuah apartment belantai dua belas. Tak jauh dari restaurant tempat kami makan siang bersama. Untuk ukuran apartment kurasa miliknya ini lebih cocok disebut sebagai penthouse. Meski begitu aku tak habis pikir kekayaan yang dimiliki pria ini. setelah dengan rumah yang pernah kutinggali bersamanya, Villa dimana dia mengajakku berlibur, dan sekarang apartment ini ? aset miliknya sangat gila. Aku kemudian dia tuntun untuk masuk kedalam. Sebuah sofa dengan karpet bulu sebagai pijakannya menyambutku ketika memasuki ruang tengah. Didepan sofa tersebut terdapat sebuah televisi berukuran besar dan yang pastinya layar datar. Dindingnya di cat abu-abu memancarkan kesan maskulinitas namun masih nyaman dan tenang. Meski aku bertanya-ta

