Its Not Easy (2)

3225 Words

Pukul dua belas sesi briefing berakhir, beberapa peserta mulai menghambur keluar ruangan, meski tak sedikit beberapa dari mereka bertahan dalam ruangan untuk berbincang dengan kawan lama.Sekaligus ajang mencari relasi, lebih bagus lagi jika mendapat tawaran naik tingkat. Sedangkan aku lebih memilih untuk mencari makan siang. Vhyung sendiri mungkin sudah hafal gelagatku yang lebih mengutamakan urusan perut dibanding yang lainnya. Beruntung sekali aku dipekerjakan orang yang pengertian seperti dirinya. “Habis makan, aku akan mengecek beberapa hal. Dan kamu perlu ikut.” Kata Vhyung disisiku. Mata pria itu terlihat agak menyalak. Seperti terganggu sesuatu yang entah apa. Sementara aku sendiri sudah berada dalam kondisi mood yang cukup baik. Berada dalam lingkup ruang yang sama bersama Renji

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD