"Yun," lirih Alvian seraya menatap tubuh polos sang istri. "O iya aku lupa, kamu 'kan jijik ya liat tubuh aku," decak Yuanita hendak menutup tubuh polosnya menggunakan selimut tebal. "Tidak, jangan ..." pinta Alvian seraya berjalan mendekat, jantungnya seketika berdetak kencang, junior miliknya pun mulai mengeras dan menegang. "Ja-jangan ditutup, Yun. Eu ... tubuh kamu indah ko, indah banget. Saya bahkan gak pernah liat tubuh seindah kamu." Yuanita tersenyum miring seraya menutupi setengah tubuh polosnya itu. "Dih, kamu lupa ya sama apa yang pernah kamu bilang sama aku? Kamu--" Yuanita terpaksa menahan ucapannya saat Alvian tiba-tiba saja mendaratkan bibirnya di bibir mungilnya. Ciuman panas pun seketika tercipta. Bukan hanya panas, tapi Alvian terlihat buas layaknya singa lapar yang b

