"Kakek? Kakek kenapa? Bangun, Kek!" lirih Yuanita dengan kedua mata berkaca-kaca. "Kamu sih, kenapa kamu harus kasih tau masalah ini sama kakek, hah?" tanya Alvian seraya menahan tubuh sang kakek. "Sekarang cepat bantu Mas, bawa kakek ke kasur kita." Yunita menganggukkan kepala, lalu membantu suaminya memangku tubuh Abimanyu dan membaringkannya di ranjang mereka. Alvian segera menelpon Ambulance dan membawa sang kakek ke Rumah Sakit saat itu juga. *** Di Rumah Sakit. Alvian duduk di ruang tunggu dengan perasaan khawatir. Yuanita yang duduk tepat disamping suaminya bahkan mulai menitikkan air mata. Rasa sesal pun mulai menghinggapi relung hatinya yang paling dalam. Mengapa ia harus menunjukkan foto laknat itu kepada sang kakek yang sudah tua dan sakit-sakitan. "Maafin aku, Mas. Semua i

