Sekembalinya Acha dan Alex, semua anggota OSIS telah menanti untuk pembukaan acara pentas seni. Dikarenakan jadwal yang harus dirubah mendadak, maka hari Senin ini tidak banyak peserta yang ditampilkan. Devid masih dengan rahang mengerasnya, ia memasuki kantin tanpa Acha yang biasanya menemani. Sampai duduk di pojokan, Haris pula datang dengan tiga kawannya. "Nyantai di belakang, Bro?" Haris tak gampang menyerah untuk menyeret juniornya masuk ke tim, apalagi Devid sudah terkenal sebagai mostwanted akan gampang menuju generasi ke depan. Devid mendongak, menyimpan kembali ponselnya ke saku baju. "Gua di sini aja," tolak Devid sehalus mungkin. Haris terkikik. "Elo mau ngikut jejak si Cupu, hah? Sok ngartis!" ketus Haris menyamakan Devid dengan Alex. "Cupu? Gua bukan termasuk, cuma jaga b

