34

1621 Words

Lampu ruangan tengah telah padam, tinggal kamar Devid saja yang terang karena ulah Acha yang ngotot ingin membaca novel sampai tengah malam, sedangkan Devid dengan kedua kuping yang tersumpal—jemari tangannya tak henti menari-nari di atas layar ponsel memainkan game Free Fire. Namun, di antara mereka tak mengeluarkan suara sedikit pun. Takut Dinda datang lalu merebut semuanya dari tangan. Devid hanya bisa mengigit bibir bawahnya agar tak mengumpat, kakinya menekan kasurnya dalam-dalam, seakan menyalurkan rasa tegang. Jarum jam dinding berwarna hitam telah menunjukkan pukul 01.35 WIB beberapa lembar lagi Acha akan sampai ending. Devid pun, ia sudah menyerah, beberapa kali menguap mulai merasakan matanya yang berat. Dilempar ponselnya itu ke samping, lalu berbaring sambil memejamkan matany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD