11

1640 Words

Devid menghindari serangan Acha sampai memasuki rumahnya, ternyata di dalam sudah ada Mamanya dan seseorang yang tak asing baginya. Mobil TNI milik Ayahnya memang tidak ada di halaman depan rumah, membuat Devid bingung ditambah lagi senyuman menggoda tepat di depannya. "Kamu ke mana aja?" tanya Nada seraya menghampiri Devid yang masih mematung di ambang pintu. "k*****t!" seru Acha menabrak punggung Devid. Seketika mereka sama-sama terdiam sampai Dinda berucap memecahkan kebingungan, "Kenapa pada diem? Ayo duduk." Tangannya lihai memotong kue buatannya. Acha dan Devid pun duduk bersama di ruang tamu dengan Nada. Suasana masih hening, Dinda memilih pergi ke halaman belakang. Bibir mungil berlipstik merah itu mencicipi butiran karamel yang menempel di jemari dengan manja, seolah menging

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD