36

1048 Words

Dingin. Membekukan, berharap seperti kehidupan biasa. Namun, semua telah berubah begitu saja. Dinda mendapatkan pesan dari Chandra, tepat hari Jumat, sidang perceraian akan dilaksanakan. Acha harus datang. Menyaksikan hakim memutuskan, lagi-lagi ia hanya bisa menangis dalam pelukan. Devid ingin menemani, tetapi Dinda melarangnya, berhubung masuk sekolah sekali lagi. Pikiran Acha melayang kepada tanggung jawab sebagai anggota OSIS. Senin nanti akan diadakan pentas seni dari semua kelas Garuda dan ia memiliki tugas. Di dalam kelas, Reina termenung merasakan sepi. Acha tak ada di sampingnya, ayahnya pergi entah ke mana. Kembali di saat ia terpuruk harus masuk ke ruang persidangan. Jeritan ibunya, penolakan dari sang ayah. Hingga ketukan palu, menjadi akhir segalanya. "Acha ke mana?" Seseo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD