"I'll take care my wife." Deenan menatap kedua orangtuanya setelah makan malam selesai. Danie yang juga bergabung di sana bisa mendengar dengan jelas. Wajar jika Jason langsung menatap Deenan dan bertanya tegas, "Kamu mau bawa Danie ke apart?" "Iya." "Kamu yakin, Deen? Apart kurang nyaman untuk kesehatan Danie." Danie tidak tahu soal apartemen, atau ke mana pembicaraan ini sebenarnya bermuara. "Danie adalah tanggung jawab Deenan, Pa," tambah pemuda itu, tidak ada keraguan. "Danie istri Deenan." Aku bukan tanggungjawab siapa-siapa. Tapi Danie memilih bungkam daripada melayangkan protes. Lagipula, Deenan terlatih untuk mengatakan sesuatu langsung pada poinnya. Pemuda itu tak perlu bantuan dari 'calon mantan istrinya'. "Apa nggak sebaiknya Danie di sini aja dulu sampai pulih? Kamu bak

