"Saya ngantuk, Sayang! Capek tadi habis lembur!" Alavaro sampai di rumah dan disambut dengan bibir monyong Airish. "Besok aja, ya! Serius ini capek banget!" "Bodo amat, aku gak peduli. Pokoknya aku mau mangga sekarang. Yang ada di pojok gang sana!" Airish melipat tangannya di depan, ia benar-benar menginginkan mangga tersebut. Dari sore sampai malam menunggu suaminya hanya untuk diambilkan mangga tetangga. Alvaro menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, ia memejamkan mata dan menarik panjang napasnya. Permintaan Airish semakin Hari semakin aneh menurutnya. "Iya, besok saya beliin sepuluh kilo, janji deh. Tapi, jangan suruh saya nyolong juga!" Hawa dingin masuk ke dalam pori-pori, untung saja ia melapisi kaosnya dengan sweater babytery berwarna abu. Sweater yang dibelikan Airish wa

