"Pak masuk kantor depan sana!" "Tapi taksi gak bisa masuk ke dalam, Mbak!" "Ya udah berhenti di depan!" Airish segera membuka pintu mobil ketika taksi berhenti di depan pos satpam. Dia mengambil uang dari tasnya sembarang, lalu memberikan kepada sopir tersebut. "Mbak ini ...." "Ambil aja sisanya, Pak!" Sopir tersebut melihat uang di tangannya dengan tatapan yang entah. Ambil aja kembaliannya? Ambil saja? Seketika dia mau pingsan. Setelah dihitung, uang yang diberikan Airish lebih dari lima ratus ribu, padahal tarif taksi hanya delapan puluh tiga ribu. Airish sampai di kantor Alvaro dan berniat segera bertemu suaminya. Dia langsung menerobos masuk begitu dilihatnya satpam tidak ada yang berjaga di depan lobi. Padahal biasanya di sana dua sampai tiga satpam selalu stay. Pikiran tidak

