"Kau sudah sejauh ini membohongiku, Satomi." Takashi meremuk buku catatan di tangannya itu. Kedua matanya nanar, menerawang. Urat-urat di keningnya menyembul di permukaan kulit. Ia mengepalkan tinju seakan-akan jika bertemu Satomi, wanita itu akan langsung dihabisinya. Laki-laki itu sangat tersulut emosi. Amarah di dadanya benar-benar membara. Beberapa kebohongan yang diakui Satomi kemarin masih bisa ia beri toleransi, tetapi untuk kali ini Takashi tak rela. Dirinya benar-benar dibodohi oleh Satomi. Takashi berjalan menuju dapur, mencari wanita pemilik buku catatan dan kertas informasi kehamilan yang masih ia genggam itu. Dan ia mendapati Satomi tengah sibuk mempersiapkan sarapan di meja mekan. Wanita itu terlihat sangat ceria, sambil bernyanyi-nyanyi kecil ia menghidangkan santapan pag

