Pesan dari orang tak di kenal

1349 Words
   Aku sudah di rumah sekitar pukul 14:20 WIB, ku ucapkan salam dan ku buka pintu depan rumah segera aku masuk rumah setelah ku mematikan sepeda motor ku di depan rumah. Aku seger masuk kedalam kamar dan melepaskan baju seragam dan berganti baju rumah, lalu aku menuju ke dapur untuk mengambil makanan siang ku, ku liat tidak ada orang di rumah mungkin nenek sedang di kebun belakang mencari sayuran atau kayu bakar. Ya karena hidup di kampung terkadang nenek suka memasak menggunakan tungku api tradisional aku sudah biasa dengan kehidupan di desa, lebih baik aku segera makan dan mencari keberadaan nenek di kebun belakang.      " Nek, nenek di mana??" Suara teriakan ku mencari keberadaan nenek ku di kebun belakang.      " Ya Kinanti nenek di sini" teriakan nenek menjawab panggilan ku.  Segera ku hampiri sumber suara nenek dan ku liat nenek sedang menggunakan kayu bakar, lalu ku ambil beberapa kayu dan membawanya pulang ke rumah. Tak jauh dari pandangan mata ku ada seorang pemuda menyapa ku.       " Siang kina lagi bantu mbok mar ya??" Tanyanya kepada ku.       "Ya mas Adit" jawab ku singkat.       " Butuh di bantu gak??" Tanyanya lagi mas Adit mencoba pencari perhatian ku.       " Gak usah mas saya bisa sendiri" jawab ku singkat lagi, ya karena aku tau tujuannya untuk mencari perhatian ku dan mencoba dekat kepada ku tapi setiap  kali aku tolak.   Tak berselang lama mas Adit pergi dengan wajah kecewa karena terus saja ku tolak bantuannya, ya memang aku tidak mau merepotkan orang lain sih, setelah sampai rumah ku letakkan kayu bakar di sebuah gubuk tempat penyimpanan kayu-kayu bakar hasil kumpulan nenek selama ini. Aku heran sama nenek ku setiap hari mengumpulkan kayu bakar tapi jarang di gubukan kalo gak masak air dan ada acara selamatan di rumah dan kepepet gak ada gas ya sudah gak di gunakan.    Tak terasa hari sudah sore, saatnya menyiapkan makanan malam aku dan nenek ada di dapur untuk masak, aku yang asik memotong sayuran dan bumbu karena benak akan membuat urap sayuran dan nenek ku sedang memarut kelapa, setelah itu aku di suruh nenek menggoreng tempe dan tahu, ya memang makam malam kita memang sederhana tapi berasa enak kalo makan dengan keluarga apa lagi ayah ku tidak pulang ke rumah karena ayah ada tugas piket di tambak jadi aku sedikit terbebas dari ocehannya ayah, setelah selesai masak dan makan malam segera aku belajar dan tak lupa sambil main hp ya itu kebiasaan ku sih sbil serius sambil main hehehe.    "PINGG PINGG PINGG"  Suara hp ku berbunyi segera ku liat ada notifikasi di pesan layar hp ku, kalau ku buka pesan itu dari aplikasi berwarna hijau ku liat ada kontak nomer tak di kenal di layar hijau ini, lalu k*****a pesan itu.         [" P "] dari orang tak di kenal. " Astaga kebiasaan ih kalo orang indo gak bisa apa ngucapin "salam" kek atau "hy" ini kok malah "P" aja emang lagi di jala apa??"  Kesal ku jika ada no kontak baru hanya ada pesan huruf "P" aja lalu ku balas dengan singkat.        [" E "] pesan ku sudah di baca.        [" Boleh kenalan gk"] tanyanya lagi.        [" Ya boleh"] jawab ku singkat.        [ " Nama kamu siapa?"] Tanyanya kepada ku.        [" Kinanti, kamu dapet no wa aku dari mana??"] Tanya ku ketus karena aku tak merasa memberikan nomer HP ku kepada orang lain.       [" Aku dapet dari teman"] jawabnya       [" Siapa???"] Tanya ku singkat.       [" Ada deh kamu gak perlu tau, yang harusnya kamu tau aku suka sama kamu hehehe"] gombalnya.       [" Eh, kenal aja gak sok gombal"] jawab ku dengan cuek membalas pesan itu.       [ Ya makanya aku mau kasih tau nama ku Riko"] jawabnya memberitahu namanya.       [" Riko siapa?? Aku gak kenal!!"] Jawab ku tak mengenal siapa itu Riko.   Tak terasa aku membalas pesan dari Riko dan dia memberitahu ku jika dia ingin bertemu dengan ku di sekolah besok, ya aku hanya tau kalo dia teryata anak satu sekolah ku tapi aku tak tau siapa dia, aku putuskan untuk mengabaikan pesan itu dengan tak menjawabnya karena aku harus fokus dengan buku di hadapan ku. Aku pun harus cepat mengerjakan tugas PR ku sebelum kebosanan ku muncul. ******   Malam hari sudah berganti pagi tak seperti kemarin yang hujan, sekarang hari cerah tak berawan segera ku pergi ke sekolah dengan sepeda motor ku, tak beberapa lama aku sudah sampai di sekolah SMA negeri 1 Muncar ya sekolah ku berada persisi pantai tapi tak dekat pantai juga sih soalnya jarak pantai dan sekolah ku hampir 4 kilometer, setelah aku memarkirkan sepeda motor ku aku menuju ke kelas ku dan bercerita dengan Tasya tentang kejadian tadi malam dan ku tujukan pesan chat di layar hp ku.      " Eh Tasya cobak liat ini ada yang chat aku, masak dia bilang dia suka sama aku dan ajak ketemuan di             sekolah" cerocos ku kepada Tasya.     " Cie cie ada yang naksir kina ih" goda Tasya kepada ku     " Aduh kamu tuh di ajak curhat malah cecengi aku sih" aku mulai cemberut.     " Ya ya gak usah cemberut kali kin kkikik" Tasya tertawa kecil.   Tak beberapa lama ada seorang cowok berjalan ke depan meja ku dan dia menyebutkan namanya Riko, dia ingin mengajak ku keluar kelas tapi sayangnya bel masuk kelas berbunyi tanda jam pelajaran akan di mulai, Riko pun meninggalkan kelas ku dan tak lupa dia mengatakan akan bertemu dengan ku waktu jam istirahat pertama.       " Aku akan kembali ke kelas mu nanti waktu istirahat ok" Pasan Riko kepada ku.   Aku hanya diam dan melihat sekeliling kelas ada yang berbisik, tapi aku tak perduli tentang bisikan mereka toh aku juga tidak mengenal siapa Riko yang aku tau di seragamnya ada tanda kuning yang menunjukkan dia anak tingkat kelas 2 yang artinya dia kakak kelas ku, tak beberapa lama jam pelajaran pun berakhir dan itu artinya sebentar lagi aku akan bertemu Riko dan aku akan tau masuk dan tujuannya datang ke kelas ku pagi tadi sebenarnya aku tak perduli sih mau dia beneran ketemu aku atau tidak itu urusan ya.   DING DONGGG...   Waktu istirahat pertama dan tak lama Riko datang lagi di kelas ku " astaga ini anak baru bel bunyi langsung nongol kesini niat kali ini orang, mau apa sih sama aku??" Gumang ku dalam hati karena aku merasa tak pernah menarik perhatian wala jenis ku.        " Ayok ikut aku Kinanti" Riko sudah ada di depan meja ku.        " Kalo mau ngomong di sini aja kenapa aku harus ikut kamu, apa urusannya aku sama kamu??" Jawab ku dengan cuek kepada Riko.   Tampa basa-basi Riko menarik tangan ku, lalu keluar dari ruang kelas aku terus mencoba melepaskan tangan ku dari Riko tapi dia terus mempercepat langka kakinya.          " Apa'an sih tarik-tarik tangan ku lepas gak??" Aku terus meronta mintak di lepaskan tangan ku darinya.          " Udah ikut aja gak usah banyak omong, nanti kamu tau sendiri" jawab Riko tak melepaskan tangannya dari ku.  Riko membawa ku ke gedung serbaguna, ya di gedung ini tidak ada siapa-siapa selain aku dan Riko karena di saat istirahat pertama jarang ada siwa kesini di karenakan jam istirahat pertama sangat singkat untuk beraktivitas di dengung sebagian. Lalu aku bertanya kepada Riko apa tujuannya mengajak ku kemari dan dia menjawab pertanyaan ku dengan nada sok romantis dan tak lupa gombal alay remaja pada umumnya.      " Kinanti Puspita Dewi,maukah kamu menerima separuh hati ku untuk di sandingkan di hati mu itu??" Dengan memegang kedua tangan ku di dekapannya.   Aku hanya bergumam di dalam hati" ini anak kesambet apa sih mana aku pengen ketawa lagi dengerin gombalannya hahahah" aku sambil menahan tawa ku agar dia tak merasa tersinggung oleh ekspresi wajah ku ini.      " Kina kamu mau kan jadi pacar ku" Riko kembali bertanya.      " Hah apa, kakak gak salah ucap??" Jawab ku balik bertanya kepadanya.      "Gak sayang, kamu maunya jadi pacar ku??" Riko kembali bertanya lagi.      " Maaf ya kak, dengan sangat terhormat saya menolak ajakan kakak. Dengan alasan yang pasti saya               tidak mengenal kakak secara baik dan dengan waktu lama" jelas ku menolak Riko.      " Tapi kenapa aku sudah menyatakan rasa cinta ku pada mu, kita bisa saling kenal dengan lewat                       hubungan pacaran kin!!" Riko berusaha untuk menjadikan ku sebagai pacarnya.        
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD