Sesi terus berlanjut. Berganti pose. Berganti outfit. Tapi rasa tak nyaman itu tak pernah hilang. Apalagi saat Rico berinisiatif menariknya lebih dekat, mengangkat dagu Aluna dengan ujung jarinya saat mereka diminta berpose menatap satu sama lain. Mata Rico begitu dekat, nyaris menyentuh. Dan setiap detik yang berlalu, tubuh Aluna makin kaku. Beberapa kali, tangan Rico menyentuh bagian luar lengan, kadang terlalu rendah ke sisi d**a, kadang seperti tak sengaja menyentuh sisi pinggul. Tapi selalu dengan cara yang… tidak bisa ditolak terang-terangan. Tidak bisa dilawan. Karena terlalu samar. Terlalu halus. Aluna mulai berkeringat dingin. Saat break diberikan, ia buru-buru menghindar. Masuk ke ruang make-up, mengunci pintu, dan menatap wajahnya sendiri di cermin. Bibirnya pucat. Matany

