"Sudah bangun, honey?" Senyuman manis Arthur menyambut pagi Lily. Senyuman yang selalu menghantarkan kehangatan ke seluruh tubuh Lily. Senyuman yang membuat perutnya terasa tergelitik oleh ribuan kupu-kupu. Jantungnya seperti akan meledak setelah mendapatkan kecupan manis di bibirnya. Mata indahnya mengerjap pelan karena dirinya tiba-tiba melayang di udara. "Sekarang saatnya mandi dan setelah itu memberi anak kita makan." Perkataan Arthur menciptakan senyum di bibir Lily. Wanita cantik itu memeluk leher Arthur manja dan menyembunyikan wajahnya di d**a bidang Arthur. "Sebenarnya Lily masih mengantuk. Bagaimana kalau nanti saja makannya?" Arthur menggeleng tegas. "Tidak boleh begitu. Sekarang sudah saatnya anak kita mendapatkan asupan. Memangnya kau ingin anak kita mati kelaparan di da

