Kris merasa hatinya memanas saat melihat interaksi Jisoo dengan seorang pemuda yang baru dilihatnya itu. Dengan cepat dia menyelesaikan makan siangnya dan berges
gas meninggalkan kantin agar tidak semakin panas melihat pujaan hatinya dengan pemuda lain.
"sebenarnya apa hubungan mereka, membuatku muak saja". mencebik jengkel.
Seorang gadis cantik melihat Kris dengan mata berbinar.
"Kris, bisa bicara sebentar , ada hal penting yamg ingin kusampaikan."ucap.gadis itu.
Karen adalah nama gadis cantik itu.
" Ada apa, cepat katakan aku tidak punya banyak waktu".
"Kau mau berpasangan denganku saat menghadiri pesta besok lusa?sejujurnya aku tidak memiliki pasangan Kris ".
" sorry aku tidak akan datang , ajaknya yang lain." ucap kris dingin. Dan berjalan menjauhi Karen yang mematung tidak percaya telah ditolak.
"Jual mahal sekali kau Kris , lihat saja suatu saat kau akan jadi milik ku ." sambil menghentakkan kakinya saking jengkel nya menerima penolakan pertama kali dadi seorang pria.
Ditempat lain Jisoo menonton Aaron bermain basket , ya pemuda itu memang mahir bermain basket. Sejak tadi hanya terdengat suara teriakan dari gadis- gadis yang memuja Aaron. Jengah melihat itu semua , entahlah rasanya jengkel melihat banyak gadis memuja Aaron , karena selama ini hanya dia yang ada disekitar Aaron.
"Hey , kenapa muka mu kusut " tanya Emely geli melihat muka Jisoo sahabatnya dalam mode jengah.
" Kenapa mereka berisik sekali sejak tadi ,membuatku pusing. seperti tidak pernah melihat pria tampan saja."
"Haahahahaha kau cemburu melihat mereka memuja Aaron? bukankah kalian tidak berkencan, jangan- jangan kau jatuh cinta pada Aaron diam-diam."
" Kau sangat ngawur Em, aku hanya pusing mendengan suara mereka teriak - teriak seperti dihutan saja." elak Jisoo.
Beranjak pergi menuju kantin untuk membeli minuman , tiba-tiba tanpa sengaja bertubrukan lagi dengan pemuda yang juga penuh ketampanan dan sorot tajam nya menghujam ke hati.