Sudah hampir dua jam lamanya dia duduk di dalam toilet umum sambil memegang sebuah tes pack bertanda dua garis, wanita itu diam melamun sambil memandang ke arah benda pipih yang ada ditanganya itu.
Dia, Elena Emerlard Atmadjaya putri dari keluarga terpandang sekaligus pemilik perusahaan terbesar ketiga di Indonesia, saat ini wanita cantik itu tengah kebingungan harus menanggapi hal ini dengan perasaan yang bagaimana, senang? dia tidak tau, masalahnya dia hamil tanpa suami, ya Elena hamil karna sebuah ketidak sengajaan, ketidak sengajaan yang berujung bencana
Jujur perasaannya saat ini campur aduk. Sedih sekaligus takut, dia takut menghadapi keluarganya,bagaimana caranya berbicara kepada ayahnya tentang masalah ini, pria paruh baya yang menyandang pangkat sebagai presiden direktur itu pasti menyuruhnya untuk menggugurkan kandungannya
Hanya ada satu orang yang bisa membantunya untuk saat ini, ya hanya orang itu yang bisa membuat keadaan kembali lurus, Elena mengambil sebuah benda berbentuk persegi panjang itu dari dalam tasnya kemudian mencari nomor orang yang akan dia tuju
Tuut tuuuut tuut
"Halo." suara orang di sebrang sana
"Aku mau kita ketemuan di tempat biasa. Sekarang," ujarnya menekankan kata terakhir diujung kalimatnya, terdengar helaan napas berat dari orang itu
"Iya, kebetulan aku juga mau ngasih sesuatu ke kamu."
"Yaudah, aku tunggu, sampai ketemu nanti," ucapnya, kemudian menatap kembali pada tes pack yang berada di tanganya
"Ok bye."
Sejenak dia menghembuskan napas lega, kemudian beranjak dari toilet menuju tempat yang dijanjikan
"Semoga saja dia mau," batinnya