“Tapi, jika kita pergi, ini hanya akan memperburuk keadaan, Lio. Kau harus selangkah lebih pintar dari Yuwen.” Aku menatap Teresa, lalu menatap jalanan kosong yang kini tengah menjadi saksi bagaimana aku melaju di atasnya bak orang gila yang kesetanan. Cittt…aku memarkirkan mobil sembarangan, menenggelamkan wajahku di dashboard mobil. Sama-sekali tidak ingin melihat apa-apa, aku ingin menghilang. “Hey, everything will be okay, Lio. Bara tidak akan kenapa-napa, mereka hanya akan pergi ke pergi ke Selatan. You don’t need to be like this, okay?” Teresa membawaku ke dalam pelukannya, menyembunyikan wajahku di celuk lehernya. Sekujur tubuhku yang tadi cukup tegang, sudah mulai lebih baik. Setidaknya aku tidak perlu terjebak dalam pikiranku sendiri. Karena belum tentu juga, pembuat topeng ku

