Bara mundur beberapa langkah, sepertinya dia benar-benar masuk ke sarang yang tidak tepat kali ini. Tangan Bara menelisik ke balik sakunya, mengambil pisau dari balik sakunya. “Well, aku pikir kita dapat mangsa yang cukup enak hari ini. Aku tidak pernah mendapati wanita se-klasik itu sekarang ini!” “Mungkin…kita juga tidak pernah mencicipi wanita senikmat itu!” Tawa 2 lelaki menggelegar di semua penjuru ruangan. Bara menatap ponselnya yang berbunyi beberapa kali. Pesan dari Yuwen membuatnya kesal. Lelaki itu juga dihadang, sama sepertinya. Sepertinya kami sudah di ikuti sejak tadi, batin Bara. Mengumpat kesal karena kebodohan mereka. “Apa yang kalian inginkan?” “Apa yang kami inginkan?” tanya lelaki itu lagi, menatap Bara dengan tatapan meremehkan. “Jangan bermain-main bájingan, atau

