Fu Xiaoyu kembali ke negara asalnya dua hari setelah gejala demam berdarahnya mereda. Pemulihan fisiknya berjalan cukup baik, tetapi ia masih merasakan sedikit kelelahan mental. Selama penerbangan singkat itu, ia tertidur sebentar-sebentar di pesawat dan bermimpi tiba-tiba. Dalam mimpi itu, ia mendapati dirinya kembali ke masa remajanya. Rasanya seperti hari ujian, dan setelah semua orang menyelesaikan ujian mereka dan meninggalkan ruang ujian, ia tetap sendirian, berkeringat deras, dan berjuang dengan kertas ujian. Anehnya, ia tidak bisa menjawab satu pun pertanyaan di kertas itu. Ia dipenuhi kecemasan, bermandikan keringat dingin, dan seolah-olah ia terjebak selamanya di ruang ujian—sebuah skenario yang sungguh mengerikan bagi seseorang yang selalu mendambakan kesempurnaan. Mimpi ini

