Aku kelas III SD,namaku aqeela Calista Okta,aku sekolah sambil jualan es potong punya orang, lumayan dapet upah Rp 3000.RP 1000 buat jajan, Rp 2000 disimpan.
Aku bawa es potong dari rumah ke sekolah sekitar 20 menit,jalan kaki
sesampainya di sekolah,Calista..... Calista... Iis memanggil ku,
apa? aku langsung menyahutinya,ia,dia temen ku yang baik hati,bawel,ceria,manis.dia sering membantu ku.calista sini aku bantu, harganya samakan kayak kemaren? iya, Rp 500 perpotong,sahutku,ok! kata Iis.
Aku bersyukur punya teman di sekolah yaitu Nurul Fauziah (Iis), teman satu-satunya di kelas.karena teman yang lain nggak mau temenan sama aku, karena aku miskin. padahal manusia itu Sama di mata Allah, bedanya amal mereka masing-masing, nggak pap aku harus kuat, semangat masih panjang perjalanan ku,semangat....semangat..
teriak di batinku.
***
jam istirahat pun tiba,aku mulai keliling sekolah, untuk menghabiskan jualan ku, kadang habis kadang nggak,
ku bersyukur Pihak sekolah dibolehkan asal jangan jam pelajaran.
es potong.....es potong....rasa coklat,rasa vanilla,rasa mangga
dll.sambil nawarin ke teman" yang lain,kak aku beli es potong rasa coklat satu ya? adik kelas,iya,sahutku.
dan satu,dua, tiga.makin banyak teman yang lain membeli es potong ku, Alhamdulillah, makasih rezeki hari ini ya Allah.Aamiin....
coba lihat,Calista tuh, udah miskin masih aja sekolah sini,emang ya kalau orang miskin tak punya malu.kata Siska yang tak suka bila melihat ku,entah apa yang membuat dia membenciku, padahal aku tak punya masalah dengannya.
aku pun diam tak mau ikut berdebat dengannya, meskipun aku memperjelas ini dan itu, tetep aja dia membenciku.
tiba-tiba Iis datang,sis kamu punya mulut di jaga, pantesan Raka nggak suka Ama kamu, tingkah kamu kayak gini kayak bocah.apaaan sih ini bukan urusan kamu ya,kata Siska,apa? aku nggak dengar coba bilang lagi,apa? kata iis.is udahlah nggak usah berdebat dengannya,kita pergi aja dari sini yuk,pinta ku ke Iis. enggak Calista,kayak Siska itu harus kasih pelajaran.biar tau rasa.ya udahlah iis,aku nggak papa kok,ayo,pintaku, akhirnya dia mau meskipun mukanya agak kesel ke Siska,
aku tidak suka melihat keributan, contoh nya seperti barusan.